Published in 2016
“Wajahnya sarat dengki dan keputusasaan, seakan tengah mencari sesuatu yang telah direnggut darinya. Dan, wanita itu bersumpah mencurahkan seluruh kebencian dan kesumat dalam dirinya.” Ketika Arthur Kipps, pengacara muda, ditugaskan untuk menghadiri pemakaman seorang klien di kota kecil Crythin Gifford, dia menganggapnya sebagai batu pijakan untuk naik jabatan. Sang klien, Nyonya Drablow, tinggal sendiri di Eel Marsh House yang dikepung rawa-rawa berkabut. Rumah besar dan kuno ini yang hanya dapat didatangi ketika air sedang surut. Ternyata tak ada warga Crythin Gifford yang sudi berurusan dengan Nyonya Drablow maupun Eel Marsh House. Mereka bilang tempat itu dikutuk, sering terdengar lolongan mengenaskan dari balik kabut. Kipps menguatkan diri dan nekad bermalam di Eel Marsh House, meski banyak orang mencegahnya. Di rumah angker itu, Kipps bertemu dengan sesosok wanita bergaun hitam. Sosok arwah legenda yang kemunculannya selalu diikuti oleh kematian misterius. Sosok penuh dendam dan kebencian yang selalu ingin memakan korban. Dan kini dia mengejar Kipps. Siapakah sebenarnya wanita bergaun hitam itu? [Mizan Publishing, Qanita, Novel, Klasik, Terjemahan, Indonesia]
Select a screen adaptation to see a detailed comparison with the book

The story follows a young lawyer, Arthur Kipps, who is ordered to travel to a remote village and sort out a recently deceased client’s papers. As he works alone in the client’s isolated house, Kipps begins to uncover tragic secrets, his unease growing when he glimpses a mysterious woman dressed only in black. Receiving only silence from the locals, Kipps is forced to uncover the true identity of the Woman in Black on his own, leading to a desperate race against time when he discovers her true identity.
Other books you might be interested in exploring